terdapat pengrajin patung lokal yang karyanya cukup eksotis dia adalah asnawi. patung yang dia pahat pernah di tawar untuk membuat 1000 pcs patung alam gaib. tapi dia menyatakan tidak sanggup. padahal penawarannya cukup 1000 USD saja per patung.
SELAMAT ULANG TAHUN ISTRIKU…
SEMOGA PANJANG UMUR, SEHAT DAN SENANG SELALU
HIDUP HANYA SEBENTAR, PELAJARI KEMBALI TENTANG HAK DAN KEWAJIBAN
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."(23.114)
Al Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.(6.90)
… maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (2.38)
PERINGATAN !
BUKAN SOAL MENANG ATAU KALAH TAPI SOAL KEBENARAN AKHERAT
Hakekat suatu hidup adalah menunggu mati
Sambil menunggu, mari kita jalankan hak dan kewajiban masing masing.
Jika anda suami, maka laksanakan hak dan kewajiban seorang suami.
Jika anda istri, maka laksanakan hak dan kewajiban seorang istri.
JIka anda orang tua, maka berperanlah sebagai orang tua yang arif dan bijak.
Ini bukan persolan menang atau kalah tapi tentang KEBENARAN AKHERAT.
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."(23.114)
Dan tugas seorang suami diantaranya adalah memberikan nafkah.
Tak kalah beratnya dengan tugas suami, bahkan ketika mempunyai bayi (usia 0-1tahun) seorang ibu bekerja hampir 24 jam.
…Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(39:9)
Sang suami merasa sudah memberikan nafkah lahir dan batin. Padahal istri merasa belum terpenuhi batinnya, istri menuntut suami “selalu” berada didekatnya terus diluar pekerjaan rutin.
Batin ini berhubungan langsung dengan hati. Setiap orang punya presentasi (makna/pandangan) tersendiri. Karena setiap orang berbeda hatinya, berbeda dalam memaknai hidup, dan beda prinsip. Begitupun sang suami sebatas mana istrinya memberikan kepuasan kedamaian dan ketentraman hanya suami itu sendiri yang menilai.
Yang mendamaikan adalah toleransi atau sedikit kelonggaran. Ingat!!, hak, kewajiban dan toleransi itu ada batasnya. Hak anda dibatasi oleh hak saya, begitupun sebaliknya.
Suami adalah pimpinan dan hanya ada satu nahkoda dalam suatu kapal. Coba bayangkan jika sedang ada di lautan lepas semua peralatan navigasi (kompas peta dan bintang) tidak ada. Siapa yang menentukan bahwa darat itu ada di depan. Hanya satu yaitu kepala kapal yaitu nahkoda dalam hal ini adalah suami. Ketika dalam kapal ada 2 nahkoda maka akan kacau. Tugas orang tua hanya sekedar mengawasi barangkali melenceng dari arah yang benar maka dibetulkan bukan ikut serta dalam menentukan arah dan tujuan.
… Jika seorang wanita dapat menunaikan sholat 5 waktunya, menjalankan puasa wajibnya, memelihara kehormatan dirinya, dan menaati suaminya, maka ia dipersilahkan masuk surga dari pintu manapun (HR:Ibn Hiban 4163, Al-Hilja 6/308, Ahmad 1/191, Ath-Thabrani 4598..)
Ini bukan persolan menang atau kalah tapi tentang KEBENARAN AKHERAT.
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."(23.114)
KEWAJIBAN WANITA MUSLIMAH:
I. TERHADAP TUHANNYA
…Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(39:9)
Menunaikan ibadah. Mengerjakan amal sholeh. Berbuat dengan tulus ikhlas. Memiliki ilmu pengetahuan. Menjalankan ibadah wajib. Sholat wajib. Zakat. Puasa. Haji
Memakai hijab yang syar’i: Menutup seluruh tubuh, Tidak mencolok, Tebal, Tidak mengundang fitnah, Longgar, Tidak pakai perhiasan dan wangi-wangian keluar rumah, Tak menjumpai laki2 lain di rumah, Tidak meniru non muslim, berdakwah.
Ini bukan persolan menang atau kalah tapi tentang KEBENARAN AKHERAT.
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."(23.114)
II. TERHADAP ORANG TUA
Berbakti pada orang tua.
Pada saat pernikahan (ijab-qabul) anaknya, orang tua harus faham/mengerti jelas akan terjadinya perubahan hak dan kewajibannya.
Ini bukan persolan menang atau kalah tapi tentang KEBENARAN AKHERAT.
III. TERHADAP ANAKNYA
Memberi nama yang baik, Menyusui dan memberi makanan yang baik, mengasuh dan mendidik anak, Menanamkan nilai ibadah-syariah dan akidah akhlak islam, menikahkan.
IV. TERHADAP SUAMINYA
…Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(39:9)
1. Menaati suami selagi dalam kebenaran agama (An-nisa 4 : 34) . “ ia adalah kunci surga bagimu..” ( Al-Hakim)
2. Tak puasa sunah Kecuali Seizin Suami
3. Tak mempersilahkan orang lain masuk kedalam rumah KSS
4. Tak keluar rumah KSS
5. Memuliakan agama dan kehormatan suami
6. Menjaga harta benda suami (tidak membelanjakan uang KSS)
7. Menetap dalam satu rumah dengan suami (mengikuti kemanapun suami pergi)
8. melayani suami
9. Menyukuri penghasilan suami
10. Mengasuh dan mendidik anak-anaknya.
Secara garis besar perubahan hak dan kewajiban manusia itu dibagi menjadi 5:
1. anak-anak (kira-kira 0-8 tahun)
2. remaja (8 sampi akhil baligh)
3. dewasa (akhil baligh)
4. suami atau istri
5. orang tua anak
Dimanakah posisi anda sekarang ???
Anda harus faham batas-batas hak dan kewajiban
Anda harus tau skala prioritas(urutan)
Apa yang dilakukukan ketika anda kehilangan hak anda
Terimakasih telah mengurusi anak kita dengan baik, jangan lupa sholat bu…
SEMOGA PANJANG UMUR, SEHAT DAN SENANG SELALU
HIDUP HANYA SEBENTAR, PELAJARI KEMBALI TENTANG HAK DAN KEWAJIBAN
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."(23.114)
Al Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.(6.90)
… maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (2.38)
PERINGATAN !
BUKAN SOAL MENANG ATAU KALAH TAPI SOAL KEBENARAN AKHERAT
Hakekat suatu hidup adalah menunggu mati
Sambil menunggu, mari kita jalankan hak dan kewajiban masing masing.
Jika anda suami, maka laksanakan hak dan kewajiban seorang suami.
Jika anda istri, maka laksanakan hak dan kewajiban seorang istri.
JIka anda orang tua, maka berperanlah sebagai orang tua yang arif dan bijak.
Ini bukan persolan menang atau kalah tapi tentang KEBENARAN AKHERAT.
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."(23.114)
Dan tugas seorang suami diantaranya adalah memberikan nafkah.
Tak kalah beratnya dengan tugas suami, bahkan ketika mempunyai bayi (usia 0-1tahun) seorang ibu bekerja hampir 24 jam.
…Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(39:9)
Sang suami merasa sudah memberikan nafkah lahir dan batin. Padahal istri merasa belum terpenuhi batinnya, istri menuntut suami “selalu” berada didekatnya terus diluar pekerjaan rutin.
Batin ini berhubungan langsung dengan hati. Setiap orang punya presentasi (makna/pandangan) tersendiri. Karena setiap orang berbeda hatinya, berbeda dalam memaknai hidup, dan beda prinsip. Begitupun sang suami sebatas mana istrinya memberikan kepuasan kedamaian dan ketentraman hanya suami itu sendiri yang menilai.
Yang mendamaikan adalah toleransi atau sedikit kelonggaran. Ingat!!, hak, kewajiban dan toleransi itu ada batasnya. Hak anda dibatasi oleh hak saya, begitupun sebaliknya.
Suami adalah pimpinan dan hanya ada satu nahkoda dalam suatu kapal. Coba bayangkan jika sedang ada di lautan lepas semua peralatan navigasi (kompas peta dan bintang) tidak ada. Siapa yang menentukan bahwa darat itu ada di depan. Hanya satu yaitu kepala kapal yaitu nahkoda dalam hal ini adalah suami. Ketika dalam kapal ada 2 nahkoda maka akan kacau. Tugas orang tua hanya sekedar mengawasi barangkali melenceng dari arah yang benar maka dibetulkan bukan ikut serta dalam menentukan arah dan tujuan.
… Jika seorang wanita dapat menunaikan sholat 5 waktunya, menjalankan puasa wajibnya, memelihara kehormatan dirinya, dan menaati suaminya, maka ia dipersilahkan masuk surga dari pintu manapun (HR:Ibn Hiban 4163, Al-Hilja 6/308, Ahmad 1/191, Ath-Thabrani 4598..)
Ini bukan persolan menang atau kalah tapi tentang KEBENARAN AKHERAT.
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."(23.114)
KEWAJIBAN WANITA MUSLIMAH:
I. TERHADAP TUHANNYA
…Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(39:9)
Menunaikan ibadah. Mengerjakan amal sholeh. Berbuat dengan tulus ikhlas. Memiliki ilmu pengetahuan. Menjalankan ibadah wajib. Sholat wajib. Zakat. Puasa. Haji
Memakai hijab yang syar’i: Menutup seluruh tubuh, Tidak mencolok, Tebal, Tidak mengundang fitnah, Longgar, Tidak pakai perhiasan dan wangi-wangian keluar rumah, Tak menjumpai laki2 lain di rumah, Tidak meniru non muslim, berdakwah.
Ini bukan persolan menang atau kalah tapi tentang KEBENARAN AKHERAT.
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."(23.114)
II. TERHADAP ORANG TUA
Berbakti pada orang tua.
Pada saat pernikahan (ijab-qabul) anaknya, orang tua harus faham/mengerti jelas akan terjadinya perubahan hak dan kewajibannya.
Ini bukan persolan menang atau kalah tapi tentang KEBENARAN AKHERAT.
III. TERHADAP ANAKNYA
Memberi nama yang baik, Menyusui dan memberi makanan yang baik, mengasuh dan mendidik anak, Menanamkan nilai ibadah-syariah dan akidah akhlak islam, menikahkan.
IV. TERHADAP SUAMINYA
…Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(39:9)
1. Menaati suami selagi dalam kebenaran agama (An-nisa 4 : 34) . “ ia adalah kunci surga bagimu..” ( Al-Hakim)
2. Tak puasa sunah Kecuali Seizin Suami
3. Tak mempersilahkan orang lain masuk kedalam rumah KSS
4. Tak keluar rumah KSS
5. Memuliakan agama dan kehormatan suami
6. Menjaga harta benda suami (tidak membelanjakan uang KSS)
7. Menetap dalam satu rumah dengan suami (mengikuti kemanapun suami pergi)
8. melayani suami
9. Menyukuri penghasilan suami
10. Mengasuh dan mendidik anak-anaknya.
Secara garis besar perubahan hak dan kewajiban manusia itu dibagi menjadi 5:
1. anak-anak (kira-kira 0-8 tahun)
2. remaja (8 sampi akhil baligh)
3. dewasa (akhil baligh)
4. suami atau istri
5. orang tua anak
Dimanakah posisi anda sekarang ???
Anda harus faham batas-batas hak dan kewajiban
Anda harus tau skala prioritas(urutan)
Apa yang dilakukukan ketika anda kehilangan hak anda
Terimakasih telah mengurusi anak kita dengan baik, jangan lupa sholat bu…
